Newest Post

Rahasia Penyimpangan semu hukum Mendel(Biologi)

| Tuesday, 16 July 2013
Read more »


Penyimpangan semu Hukum Mendel terjadi karena adanya 2 pasang gen atau lebih saling memengaruhi.
2. Penyimpangan Semu Hukum Mendel
Penyimpangan semu ini terjadi karena adanya 2 pasang gen atau lebih saling memengaruhi dalam memberikan fenotipe pada suatu individu disebut interaksi gen, yaitu: a. komplementer, b. kriptomeri, c. epistasis-hipostasis, dan d. polimeri.
a. Komplementer
Komplementer adalah peristiwa dua gen dominan saling memengaruhi atau melengkapi dalam mengekspresikan suatu sifat.
Soal: 
Diketahui C (gen penumbuh bahan mentah pigmen), c (gen tidak mampu menumbuhkan bahan mentah pigmen), R (gen penumbuh enzim pigmentasi kulit), dan r (gen tidak mampu menumbuhkan enzim pigmentasi kulit). Jika disilangkan induk berwarna (CCRR) dengan tidak berwarna (ccrr), maka akan dihasilkan keturunan 100% berwarna. Tentukan rasio fenotif  F2!
Penyelesaian:
P1        :           CCRR (berwarna)       ><        ccrr (tak berwarna)
Gamet :           CR                                           cr
F1        :                                               CcRr (berwarna) [ artinya: C dan R mempengaruhi warna
P2        :           CcRr (berwarna)         ><        CcRr (tak berwarna)
Gamet :           CR, Cr, cR, cr                         CR, Cr, cR, cr
F2        :

CR
Cr
cR
Cr
CR
CCRR (berwarna)
CCRr (berwarna)
CcRR (berwarna)
CCRr (berwarna)
Cr
CCRr (berwarna)
CCrr (tak berwarna)
CcRr (berwarna)
CCrr (tak berwarna)
cR
CcRR (berwarna)
CcRr (berwarna)
ccRR (tak berwarna)
CcRr (berwarna)
cr
CcRr (berwarna)
Ccrr (tak berwarna)
ccRr (tak berwarna)
Ccrr (tak berwarna)
Rasio F2: berwarna : tak berwarna = 9 : 7
b. Kriptomeri
Kriptomeri adalah peristiwa suatu faktor dominan yang baru tampak pengaruhnya apabila bertemu dengan faktor dominan lain yang bukan alelnya. Faktor dominan ini seolah-olah tersembunyi (kriptos),
Soal:
Diketahui gen A (ada pigmen antosianin), a (tidak ada pigmen antosianin), B (air sel bersifat basa), dan b (air sel tidak bersifat basa). Penyilangan Linaria maroccana berbunga merah (AAbb) dengan
Linaria maroccana berbunga putih (aaBB), menghasilkan 100% generasi (F1)-nya berbunga ungu. Tentukan rasio fenotif F2-nya?
Penyelesaian:
P1        :           AAbb (merah) ><        aaBB (putih)
Gamet :           Ab                               aB
F1        :           AaBb (Ungu) [ ada pigmen antosianin (A) dalam basa (B)
P2        :           AaBb (ungu)   ><        AaBb (ungu)
Gamet :           AB, Ab, aB, ab                       AB, Ab, aB, ab
F2        :

AB
Ab
aB
ab
AB
AABB (ungu)
AABb (ungu)
AaBB (ungu)
AaBb (ungu)
Ab
AABb (ungu)
AAbb (merah)
AaBb (ungu)
Aabb (merah)
aB
AaBB (ungu)
AaBb (ungu)
aaBB (putih)
aaBb (putih)
ab
AaBb (ungu)
Aabb (merah)
aaBb (putih)
Aabb (merah)
Rasio fenotif F2 = ungu : merah : putih = 9: 4 : 3

Soal:
Diketahui Ayam berpial rose/mawar (RRpp / Rrpp, Ayam berpial pea/biji (rrPP / rrPp), Ayam berpial walnut/sumpel (RRPP / RRPp / RrPP / RrPp), Ayam berpial single/bilah (rrpp). Jika ayam berpial/jengger rose homozigot disilangkan dengan ayam berpial biji homozigot, pada F1 dihasilkan  jengger walnut (sumpel). Tentukan rasio fenotif F2-nya?
Penyelesaian:
P1        :           RRpp (rose)     ><        rrPP (biji)
Gamet :           Rp                               rP
F1        :           RrPp (walnut) [ artinya: R dan P memunculkan walnut
P2        :           RrPp (walnut) ><        RrPp (walnut)
Gamet :           RP, Rp, rP, rp              RP, Rp, rP, rp
F2

RP
Rp
rP
rp
RP
RRPP (walnut)
RRPp (walnut)
RrPP (walnut)
RrPp (walnut)
Rp
RRPp (walnut)
RRpp (rose)
RrPp (walnut)
Rrpp (rose)
rP
RrPP (walnut)
RrPp (walnut)
rrPP (biji)
rrPp (biji)
rp
RrPp (walnut)
Rrpp (Rose)
rrPp (biji)
rrpp (bilah)
Rasio fenotif F2: walnut : rose : biji : bilah = 9 : 3 : 3 : 1
c. Epistasis dan Hipostasis
Epistasis-hipostasis adalah peristiwa dengan dua faktor yang bukan pasangan alelnya dapat memengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme. Namun, pengaruh faktor yang satu menutup ekspresi faktor lainnya.
Soal:
Pada penyilangan gandum berkulit biji hitam (HHkk) dengan gandum berkulit biji kuning (hhKK), ternyata 100% pada F1 berkulit biji hitam. Tentukan rasio fenotif F2-nya?
Penyelesaian:
P1        :           HHkk (biji hitam)        ><        hhKK (biji kuning)
Gamet :           Hk                                           hK
F1        :           HhKk (biji hitam) [artinya: H epistasis terhadap K / k
P2        :           HhKk (biji hitam)        ><        HhKk (biji hitam)
Gamet :           HK, Hk, hK, hk                      HK, Hk, hK, hk
F2        :

HK
Hk
hK
hk
HK
HHKK (biji hitam)
HHKk (biji hitam)
HhKK (biji hitam)
HhKk (biji hitam)
Hk
HHKk (biji hitam)
HHkk (biji hitam)
HhKk (biji hitam)
Hhkk (biji hitam)
hK
HhKK (biji hitam)
HhKk (biji hitam)
hhKK (biji kuning)
hhKk (biji kuning)
hk
HhKk (biji hitam)
Hhkk (biji hitam)
hhKk (biji kuning)
Hhkk (putih)
Rasio fenotif F2: hitam : kuning : putih = 12 : 3 : 1
Soal:
Pada tikus, warna bulu yang hitam dikendalikan oleh gen R dan C bersama-sama, sedangkan rr dan C menyebabkan warna krem. Jika ada gen cc, tikus itu menjadi albino. Perkawinan antara tikus hitam homozigot (RRCC) dan tikus albino (rrcc), menghasilkan F1 semua hitam. Tentukan fenotif F2!
Penyelesaian:
P1        :           RRCC (hitam) ><        rrcc (albino)
Gamet :           RC                               rc
F1        :           RrCc (hitam) [ artinya: R dan C membawa sifat hitam secara bersama
P2        :           RrCc (hitam)   ><        RrCc (hitam)
Gamet:                        RC, Rc, rC, rc             RC, Rc, rC, rc
F2        :

RC
Rc
rC
rc
RC
RRCC (hitam)
RRCc (hitam)
RrCC (hitam)
RrCc (hitam)
Rc
RRCc (hitam)
RRcc (albino)
RrCc (hitam)
Rrcc (albino)
rC
RrCC (hitam)
RrCc (hitam)
rrCC (krem)
rrCc (krem)
rc
RrCc (hitam)
Rrcc (albino)
rrCc (krem)
rrcc (albino)
Rasio fenotif F2: hitam : krem : albino = 9 : 3 : 4
d. Polimeri
Polimeri adalah peristiwa dengan beberapa sifat beda yang berdiri sendiri memengaruhi bagian yang sama dari suatu individu.
Soal:
Pada penyilangan antara gandum berbiji merah (M1M1M2M2) dan gandum berbiji putih (m1m1m2m2), dihasilkan F1 semua gandum berbiji merah. Tentukan rasio fenotif F2-nya!
Penyelesaian:
P1        :           M1M1M2M2 (merah)    ><        m1m1m2m(putih)
Gamet :           M1M2                                       m1m
F1        :           M1m1M2m2 (merah) [ artinya: M1 dan M2 memunculkan warna merah
P2        :           M1m1M2m2 (merah)     ><        M1m1M2m2 (merah)
Gamet :           M1M2, M1m2, m1M2, m1m2        M1M2, M1m2, m1M2, m1m2
F2

M1M2
M1m2
m1M2
m1m2
M1M2
M1M1M2M2 (merah)
M1M1M2m2 (merah)
M1m1M2M2 (merah)
M1m1M2m2 (merah)
M1m2
M1M1M2m2 (merah)
M1M1m2m2 (merah)
M1m1M2m2 (merah)
M1m1m2m2 (merah)
m1M2
M1m1M2M2 (merah)
M1m1M2m2 (merah)
m1m1M2M2 (merah)
m1m1M2m2 (merah)
m1m2
M1m1M2m2 (merah)
M1m1m2m2 (merah)
m1m1M2m2 (merah)
m1m1m2m2 (putih)
Rasio fenotif F2: Merah : putih = 15 : 1
3. Pola-Pola Hereditas
Penyimpangan terhadap Hukum Mendel juga disebabkan oleh adanya tautan dan pindah silang, determinan seks, tautan seks, kegagalan berpisah, dan gen letal.
a. Tautan dan Pindah Silang
Pada saat meiosis inilah terjadi peristiwa tautan dan pindah silang.
Tautan adalah peristiwa ketika gen-gen yang terletak pada kromosom yang sama dapat memisahkan diri secara bebas waktu pembelahan meiosis.
Pindah silang adalah peristiwa bertukarnya bagian kromosom satu dengan kromosom lainnya yang homolog, ataupun dengan bagian kromosom yang berbeda (bukan homolognya).
Soal:
Misalnya gen-gen A dan B tertaut pada kromosom yang sama alelnya adalah a dan b. Jadi, genotipenya dapat ditulis AaBb. Berapa macam gametnya jika:
a)      tidak terjadi pindah silang;
b)      terjadi pindah silang.
Penyelesaian:
a)      Jika tidak terjadi pindah silang, maka A dan B akan membentuk gamet karena tertaur, sehingga gamet AaBb adalah AB dan ab
b)      Jika terjadi pindah silang, maka kemungkinan A dan a atau B dan b akan mengalami pindah silang, sehingga gamet dar AaBb menjadi AB, Ab, aB, ab
Soal:
Gen pembawa warna kelabu (K) dan sayapnya panjang (P) pada lalat buah tertaut. Jika disilangkan lalat buah kelabu sayap panjang (KKPP) dengan hitam sayap pendek (kkpp), diperoleh F1 lalat buah berwarna kelabu sayapnya panjang semua. Selanjutnya F1 di-testcross-kan.
a)    Tentukan rasio fenotif F2!
b)    Tentukan persentase kombinasi parental (KP)!
c)    Tentukan persentse rekombinasi (RK)
Penyelesaian:
P1        :           KKPP (kelabu, panjang)         ><        kkpp (hitam, pendek)
Gamet :           KP                                                       kp
F1        :           KkPp (kelabu, panjang)
P2        :           KkPp (kelabu, panjang)          ><        kkpp (hitam, pendek) [ testcross
Gamet :           KP, kp (tertaut)                                   kp
F2        :

KP
kp
kp
KkPp (kelabu, panjang)
kkpp (hitam, pendek)
a)      Rasio fenotif F2: kelabu, panjang : hitam, pendek = 1 : 1
b)      Jumlah genotif parental pada F2 = 2 (KkPp dan kkpp), sehingga %KP = 2/2 ½ x 100% = 100%
c)      Karena tidak ada genotif baru, maka tidak ada rekombinasi, sehingga %RK = 0%
Simpulan:
Jika KP > 50% atau RK < 50%, maka terjadi tautan
Jika KP = RK = 50%, maka gen terletak pada kromosom berlainan.
Nilai pindah silang adalah angka yang menunjukkan persentase rekombinasi dari hasil persilangan
Soal:
Persilangan lalat Drosophilla melanogaster kelabu sayap panjang (KKPP) dengan hitam sayap pendek (kkpp) menghasilkan F1 sebanyak 100% kelabu sayap panjang. Kemudian dilakukan testcross, ternyata ditemukan 40% kelabu sayap panjang (KkPp), 40% hitam sayap pendek (kkpp), 10% kelabu sayap pendek (Kkpp), dan 10% hitam sayap panjang (kkPp).
a)       Tentukan kombinasi parentalnya (KP)
b)      Tentukan rekombinasinya (RK) / nilai pindah silang
c)       Tentukan jarak antar gen yang tertaur
Penyelesaian:
a)      Induknya (parentalnya) adalah KkPp dan kkpp (jumlahnya 80%) sehingga kompinasi parentalnya (KP) = 80%
b)      Rekombinasinya (RK) / nilai pindah silang adalah presntase terbetuknya genotif baru yaitu Kkpp dan kkPp (20%), sehingga harga RK / pindah silang = 20%
c)      Jarak antar gen ditentukan oleh nilai pindah silang (20%), sehingga jarak antar gen yang tertaut = 20 satuan peta.
Peta Kromosom
jarak gen (lokus) pada kromosom dihitung dari sentromer (diberi angka 0).
Soal:
Diketahui peta kromosom, sebagai berikut:
Disilangkan individu bergenotif AaBb secara tesross. 
a)      Hitung harga RK dan KP !
b)      Tentukan persentase genotif keturunannya!
Penyelesaian:
a)      Jarak A - B = 11,5 – 10,5 = 1 mM (mili Morgan), ini berarti kombinasi baru (rekombinasi/RK) = 1%.
Jadi: kombinasi asli (kombinasi parenta KP) = 100% - 1% = 99%
b)      Persentase genotif keturunan:
P          :           AaBb   ><        aabb (testcross)
Gamet :           AB, Ab, aB, ab           ><        ab
F          :          

AB
Ab
aB
ab
ab
AaBb (parental)
Aabb (rekombinan)
aaBb (rrekombinan)
aabb (parental)
KP = 99%, sehingga:
            AaBb   :           49,5 %
            aabb     :           49,5 %
RK = 1%, sehingga:   
Aabb   :           0,5%
aaBb    :           0,5%
Simpulan:
Makin kecil harga RK, maka makin rapat dekat gennya (makin rapat lokusnya).

Rahasia Penyimpangan semu hukum Mendel(Biologi)

Posted by : Unknown
Date :Tuesday, 16 July 2013
With 0komentar

Rahasia Doa Ibu Hamil untuk Janinnya

| Monday, 15 July 2013
Read more »

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, kami tidak mengatahui adanya doa atau bacaan khusus yang dianjurkan untuk dibaca oleh ibu hamil untuk kebaikan janinnya. Ada beberapa situs di indonesia yang menyebutkan rentetan doa ibu hamil untuk janinnya, namun sayang 100% tidak menyebutkan subernya. Lebih dari itu, dilihat dari susunan kalimat dalam doa yang disebutkan, dapat disimpulkan bahwa doa itu murni buatan mereka. Ibarat orang meramu kata-kata dengan comot-comot ayat, kemudian digabungkan menjadi satu paket doa.

Jika ini diyakini sebagai ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, jelas tindakan yang tidak benar.

Kedua, berdasarkan penelitian medis, dinyatakan janin bisa merespon suara luar. Dalam forum konsultasi consult.islamweb.net/, dr. Raghdah Ukkasyah menjelaskan bahwa indera pendengaran janin telah tumbuh dengan baik. Dia bisa membedakan suara, reaksi, dan gerakan yang diberikan kepadanya. Karena itulah, banyak dokter yang memotivasi para ibu untuk banyak berinteraksi dengan janinnya di masa kehamilan, baik dengan memberikan suara musik, lagu-lagu, sampai dibacakan cerita.

Lebih lanjut, dr. Raghdah Ukkasyah menyarankan, jika kedokteran sekuler mengajak para ibu untuk memperdengarkan musik dan lagu untuk janinnya, kedokteran muslim menghimbau agar janin lebih sering diperdengarkan kalam Allah. Dan adakah suara yang lebih mulia dibandingkan firman Allah? Bahkan dengan diperdengarkan firman Allah, akan ada banyak manfaat untuk janin yang bisa didapatkan, dengan izin Allah.

Seorang dokter yang bernama Raghdah Ukkasyah juga menyarankan, para ibu hamil bisa memutar mp3 atau sejenisnya dan didekatkan ke perut selama 20 – 30 menit setiap hari. Mungkin juga bagi ibu dan bapaknya untuk membaca Alquran di dekat janin dengan suara khusyu, sehingga diharapkan, sang janin sudah bisa mengenali suara orang tuanya dan terbiasa mendengarkan firman Allah.

Ketiga, Allah menyebut ibu hamil dan melahirkan dalam kondisi susah payah

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا

“Aku perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Dan salah satu doa yang mustajab adalah doa yang dilakukan ketika dalam kondisi kepayahan. Susah bergerak, sering merasa sakit, perasaan tidak stabil, dst. Semua ini mendukung doa ibu hamil semakin mustajab. Karena itu, jadikan kesempatan ini untuk banyak memohon kebaikan kepada Allah. Kebaikan untuk bayi yang dikandungnya, kebaikan untuk masa depannya, kebaikan untuk keluarga semuanya.

Karena tidak ada doa khusus dalam hal ini, maka doa yang dibaca bisa dengan bahasa sendiri. Atau bisa juga mengambil dari Alquran. Misalnya membaca,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqa: 74)

Allahu a’lam.

Rahasia Doa Ibu Hamil untuk Janinnya

Posted by : Unknown
Date :Monday, 15 July 2013
With 0komentar

Rahasia Apakah Dosa Ketika Ramadhan Dilipat-gandakan?

|
Read more »


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Terdapat hadis dari Ummi Hani’ radhiyallahu ‘anha, yang diriwayat At-Thabrani dan lainnya,

فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ

“Takutlah kalian terhadap bulan ramadhan. Karena pada bulan ini, kebaikan dilipatkan sebagaimana dosa juga dilipat-gandakan.” [HR. At-Thabrani dalam Al-Ausath 4983 dan As-Shaghir 698, dan kata Al-Haitsmi dalam Majma’ Az-Zawaid (3/190), ‘Dalam sanadnya terdapat perawi bernama Isa bin Sulaiman, dia dinilai lemah oleh Ibn Ma’in. Dia bukan orang yang sengaja berdusta, akan tetapi dia lemah hafalannya].

Kesimpulannya, hadis ini adalah hadis yang lemah, sebagaimana keterangan Ibnu Muflih dalam Adab As-Syar’iyah (3/430).

Hanya saja, para ulama menegaskan bahwa dosa yang dilakukan pada waktu mulia atau di tempat mulia, derajatnya lebih besar dibandingkan dosa yang dilakukan di tempat atau waktu biasa.

Ibnu Muflih dalam karyanya Adab As-Syar’iyah, beliau membuat satu judul bab,

فصل زيادة الوزر كزيادة الأجر في الأزمنة والأمكنة المعظمة

“Bab: pelipatan dosa sebanding dengan pelipatan pahala, pada tempat dan waktu yang diagungkan.” (Adab As-Syar’iyah, 3/430).

Kemudian beliau menyebutkan keterangan gurunya,

قَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ : الْمَعَاصِي فِي الْأَيَّامِ الْمُعَظَّمَةِ وَالْأَمْكِنَةِ الْمُعَظَّمَةِ تُغَلَّظُ مَعْصِيَتُهَا وَعِقَابُهَا بِقَدْرِ فَضِيلَةِ الزَّمَانِ وَالْمَكَانِ انْتَهَى كَلَامُهُ وَهُوَ مَعْنَى كَلَامِ ابْنِ الْجَوْزِيِّ وَغَيْرِهِ

Syaikh Taqiyuddin mengatakan, ‘Perbuatan maksiat yang dilakukan di hari-hari istimewa atau tempat istimewa. Nilai kemaksiatannya dan hukumannya, semakin marah setingkat dengan nilai keistimewaan waktu dan tempat tersebut.’ Demikian keterangan beliau, dan itu semakna dengan keterangan Ibnul Jauzi dan ulama lainnya.

Selanjutnya Ibnu Muflih menyebutkan hadis di atas, dan beliau menyatakan statusnya dhaif. (Adab As-Syar’iyah, 3/430)

Keterangan yang sama juga pernah disampaikan oleh Imam Ibnu Baz. Dalam majmu’ Fatawa beliau ditanya, apakah dosa ketika ramadhan juga dilipat gandakan sebagaimana pahala?

Jawab beliau,

فاذا كان الشهر فاضلا والمكان فاضلا ضوعفت فيه الحسنات ، وعظم فيه إثم السيئات ، فسيئة في رمضان أعظم إثما من السيئة في غيره ، كما أن طاعة في رمضان أكثر ثوابا عند الله من طاعة في غيره ، ولما كان رمضان بتلك المنزلة العظيمة كان للطاعة فيه فضل عظيم ومضاعفة كثيرة وكان إثم المعاصي فيه أشد وأكبر من إثمها في غيره

Apabila datang satu bulan yang mulia atau tempat mulia maka pahala kebaikan dilipatkan, dan dosa maksiat nilainya besar. Karena itu, perbuatan maksiat di bulan ramadhan, dosanya lebih besar dari pada perbuatan maksiat di luar ramadhan. Sebagaimana ketaatan di bulan ramadhan, pahalanya lebih banyak di sisi Allah, dari pada ketaatan di luar ramadhan. Mengingat ramadhan memiliki kedudukan yang sangat agung, maka ketaatan di dalamnya memiliki keutamaan yang besar dan dilipatkan sampai banyak sekali. Sebaliknya, dosa maksiat ketika itu, lebih besar dibandingkan dosa maksiat di luar bulan itu. (Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 14/440).

Karena itu, berhati-hatilah dengan bulan ramadhan. Kita minta petunjuk kepada Allah, semoga diringankan untuk meninggalkan maksiat. Amiin
Next Prev
▲Top▲