Newest Post

Showing posts with label mitos. Show all posts
Showing posts with label mitos. Show all posts

Rahasia 7 Mitos di Indonesia dan Logika Masuk Akalnya

| Monday, 29 July 2013
Read more »




Mitos dipercaya sebagai ajaran nenek moyang tentang apa yang tidak boleh dilakukan agar tidak tertimpa daerah. Di kota – kota besar, mitos sudah dianggap sebagai isapan jempol belaka. Tetapi di pedesaan masih banyak yang mempercayai mitos walaupun secara logika tidak masuk akal. Berikut penjelasan masuk akal 7 mitos terpopuler di Indonesia.

1. Kalau malam tiba dilarang berdiri di bawah pohon agar tidak dibius setan
Seseorang bisa saja pingsan saat berada di bawah pohon besar di malam hari. Kejadian ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan dibius setan. Pada siang hari tumbuhan membutuhkan karbondioksida untuk bernafas, tetapi pada makan hari tumbuhan membutuhkan oksigen untuk bernafas. Manusia memerlukan oksigen untuk bernafas, jadi proses pernafasan manusia akan terganggu ketika berada di bawah pohon pada malam hari.

2. Tertimpa cicak tandanya sial
Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial kalau sedang enak – enak duduk tiba – tiba tertimpa cicak.

3. Jangan memakai sesuatu yang tajam di malam hari, pamali
Mungkin mitos ini muncul sebelum adanya listrik, jadi rasa orang tua melarang anaknya untuk tidak menggunakan benda tajam di malam hari. Kalau sekarang kan sudah ada listrik, buat apa mempercayai mitos ini.

4. Jangan memakai payung pada makan hari tanpa alasan
Jelas tidak disarankan, jika Anda melakukannya pasti akan disangka orang gila. Tidak panas tidak hujan tetapi memakai payung.

5. Wanita tidak boleh duduk di depan pintu
Zaman dahulu wanita masih menggunakan rok, belum ada yang memakai celana. Jadi, kalau ada wanita yang duduk di depan pintu pasti akan terlihat…ya gitu deh. Pasti banyak mengundang hawa nafsu.

6. Jangan bersiul pada malam hari
Maksudnya adalah agar tidak mengganggu orang – orang yang sedang tidur.

7. Memakai payung di dalam rumah berarti sial
Ya sial kalau lagi ada banyak orang di dalam rumah dan kita memakai payung. Mungkin orang – orang di sekitar Anda akan merasa terganggu atau tercolok matanya.

Demikian penjelasan masuk akal dari mitos 7 mitos terpopuler di Indonesia. Para nenek moyang menganggapnya sebagai pamali atau ora ilok kalau orang Jawa bilang. Sebagai orang yang beragama, khususnya Islam tidak boleh mempercayai ramalan atau semacamnya karena hidup dan mati berada di tangan Tuhan, bukan nenek moyang.

Rahasia 7 Mitos di Indonesia dan Logika Masuk Akalnya

Posted by : Unknown
Date :Monday, 29 July 2013
With 0komentar

Rahasia 10 Mitos Seputar Keriput

| Sunday, 3 March 2013
Read more »

10 Mitos Seputar Keriput

Meskipun hanya satu garis yang muncul di wajah, wanita mana pun pasti akan panik. Apalagi jika baru berusia 20-an dengan segudang aktivitas. Penuaan dini kadang-kadang bisa merusak mood kerja maupun acara kencan dan akhir pekan Anda. Yuk, berkenalan lebih jauh dan singkirkan mitos yang tidak benar tentang keriput. Jadi, Anda tahu apa yang harus dilakukan.


1. Kulit Saat Kita Tua

Mitos: Keriput hanya terjadi saat kita sudah tua.

Fakta: Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Pada umumnya, gejala proses penuaan dimulai pada usia 25-an, berupa menurunnya elastisitas kulit dan kolagen. Namun, gaya hidup yang sehat dan perawatan kulit yang rutin dapat menghambat tanda-tanda penuaan sehingga keriput baru muncul di usia yang lebih tua. Sebaiknya mulailah merawat kulit sejak dini dan hindari melakukan kebiasaan buruk pada kulit.


2. Senam Muka Dan Tertawa

Mitos: Senam muka dan sering tertawa mencegah timbulnya keriput.

Fakta: Memang benar tertawa memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, mulai dari awet muda hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tetapi hati-hati, ternyata terlalu ekspresif saat tertawa justru dapat menyebabkan gerakan otot wajah yang berlebihan. Apalagi bila otot yang terus bergerak ini diiringi penipisan struktur kulit karena pengaruh usia, maka akan menimbulkan bekas lekukan kulit yang disebut keriput mekanis, yang umumnya terjadi di sekitar dahi dan mata.


3. Tidur Tengkurap

Mitos: Tidur tengkurap bisa menyebabkan keriput.

Fakta: Ternyata benar bahwa posisi tidur yang salah juga ikut andil memicu terbentuknya keriput. Jika Anda sering tidur dengan posisi miring atau tengkurap, risiko munculnya kerutan di wajah akan lebih besar karena gesekan dan gaya gravitasi. Jadi, sebaiknya tidurlah dalam posisi telentang.


4. Keturunan Keriput

Mitos: Keriput itu menurun dari orangtua kita.

Fakta: Memang benar bahwa faktor genetis cukup berperan dalam terbentuknya keriput. Jadi salah satu cara untuk memprediksi keriput yang akan timbul pada Anda adalah dengan melihat orangtua atau kakek dan nenek Anda. Jika mereka memiliki gen kulit kering dan kerutan di sekitar mata, kemungkinan besar Anda akan memiliki kecenderungan yang sama.


5. Aktivitas Berpengaruh Terhadap Keriput

Mitos: Orang yang lebih banyak beraktivitas di luar lebih cepat keriput daripada orang yang bekerja kantoran.

Fakta: Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Keduanya memang berisiko tinggi menyebabkan kulit keriput. Paparan sinar matahari memang jahat untuk kulit, namun bekerja di dalam ruangan, terutama yang ber-AC juga dapat menghilangkan kelembaban kulit dan memicu kulit menjadi keriput. Apalagi sering kali Anda tidak sadar, karena sejuk, Anda lupa mengenakan pelembap kembali. Oleh karena itu, bekerja di dalam maupun di luar ruangan, ingatlah untuk selalu melindungi kulit dengan sunscreen atau pelembap agar tekstur kulit tetap terjaga.


6. Warna Kulit Berpengaruh Terhadap Keriput

Mitos: Kulit orang Asia lebih cepat berkeriput daripada orang kulit putih.

Fakta: Tidak benar. Sebenarnya, justru kulit orang Kaukasia yang lebih rentan terhadap keriput daripada kulit orang Asia. Hal itu karena struktur kulit orang Asia cenderung tebal dan berminyak. Memang orang Asia berada di lingkungan iklim yang sebagian besar tropis dan terkena radiasi sinar ultraviolet yang lebih banyak. Tapi untungnya, kelembapan tropisnya juga cukup tinggi sehingga kulit pun ikut terjaga kelembapannya.


7. Berat Badan Mempengaruhi Keriput

Mitos: Keriput lebih banyak dialami oleh orang yang diet dan kurus.

Fakta: Benar bahwa diet yang salah hingga menyebabkan kurangnya asupan gizi dapat berhubungan dengan terjadinya kerutan pada kulit. Berkurangnya asupan gizi menyebabkan turunnya kadar vitamin, protein, dan mineral yang diserap oleh tubuh sehingga sistem imunitas juga ikut turun. Padahal, zat-zat tersebut bertanggung jawab penuh dalam proses penggantian sel kulit yang rusak serta menjaga elastisitas dan kelembapan kulit. Jadi, perkaya konsumsi makanan dan buah-buahan yang mengandung antioksidan dan juga vitamin C.


8. Masalah Mata Menyebabkan Keriput

Mitos: Memiliki masalah penglihatan ikut andil menimbulkan kerutan di dahi.

Fakta: Mitos ini benar. Biasanya, orang yang memiliki kendala dalam melihat akan melakukan kompensasi dengan memicingkan mata. Otomatis, otot-otot yang berada di sekitar mata, dahi, dan di antara alis akan bekerja keras secara berulang kali. Ini akan menimbulkan kerutan yang makin parah, jika masalah penglihatan tidak segera diatasi. Sebaiknya, begitu Anda merasa sulit melihat, segera pakai kacamata yang tepat sehingga otot di sekitar mata dan dahi dapat relaks kembali.


9. Botox Menghilangkan Keriput

Mitos: Paling ampuh menghilangkan kerutan dengan botox.

Fakta: Hal ini tidak benar. Hati-hati memilih metode perawatan kulit Anda yang keriput. Meskipun sekarang semua serba instan, Anda harus bijak dalam menangani kerutan pada wajah. Kenali jenis keriputnya dan sesuaikan dengan usia Anda. Untuk keriput yang dangkal, atasi dengan krim antiaging. Untuk kerutan yang lebih dalam, metode chemical peeling dan mikrodermabrasi pilihan yang pas. Metode botox dan bedah surgical bisa menyulap kulit Anda, namun prosedurnya juga memiliki indikasi dan konsekuensi yang lebih tinggi. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


10. Pengaruh Hormon dan Kelembapan Terhadap Keriput

Mitos: Keriput tidak dipengaruhi hormon, namun dipengaruhi oleh kadar kelembapan kulit.

Fakta: Salah besar. Keriput dipengaruhi oleh beberapa hormon di tubuh kita. Terutama hormon kortisol yang biasa dihasilkan pada saat stres. Penurunan hormon estrogen juga berpengaruh terhadap timbulnya kerutan pada kulit wanita. Pada pria, hormon testosteron juga ikut berperan dalam memicu keriput pada kulit, namun tidak sebesar pengaruh hormon estrogen pada wanita.

Rahasia 10 Mitos Seputar Keriput

Posted by : Unknown
Date :Sunday, 3 March 2013
With 0komentar
Tag :
← Prev
▲Top▲