Newest Post

Showing posts with label berkah ramadhan. Show all posts
Showing posts with label berkah ramadhan. Show all posts

Rahasia 5 Manfaat Puasa Syawal

| Saturday, 17 August 2013
Read more »
Alhamdulillah, kita saat ini telah berada di bulan Syawal. Kita juga sudah mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Apa saja faedah melaksanakan puasa tersebut? Itulah yang akan kami hadirkan ke tengah-tengah pembaca pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.
Manfaat pertama: Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”[1]
Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh, -pen) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan).[2] Jadi seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) »
“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal][3].”[4] 
Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal dan inilah balasan kebaikan yang paling minimal.[5] Inilah nikmat yang luar biasa yang Allah berikan pada umat Islam.
Cara melaksanakan puasa Syawal adalah:
  1. Puasanya dilakukan selama enam hari.
  2. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
  3. Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
  4. Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.
Manfaat kedua: Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib
Yang dimaksudkan di sini bahwa puasa syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.[6]
Manfaat ketiga: Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan
Jika Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.[7] Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf,
مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”[8]
Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”[9]
Renungkanlah! Bagaimana lagi jika seseorang hanya rajin shalat di bulan Ramadhan (rajin shalat musiman), namun setelah Ramadhan shalat lima waktu begitu dilalaikan? Pantaskah amalan orang tersebut di bulan Ramadhan diterima?!
Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts ’Ilmiyyah wal Ifta’ (komisi fatwa Saudi Arabia) mengatakan, ”Adapun orang yang melakukan puasa Ramadhan dan mengerjakan shalat hanya di bulan Ramadhan saja, maka orang seperti ini berarti telah melecehkan agama Allah. (Sebagian salaf mengatakan), “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah, pen) hanya pada bulan Ramadhan saja.” Oleh karena itu, tidak sah puasa seseorang yang tidak melaksanakan shalat di luar bulan Ramadhan. Bahkan orang seperti ini (yang meninggalkan shalat) dinilai kafir dan telah melakukan kufur akbar, walaupun orang ini tidak menentang kewajiban shalat. Orang seperti ini tetap dianggap kafir menurut pendapat ulama yang paling kuat.”[10] Hanya Allah yang memberi taufik.
Manfaat keempat: Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah
Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadhan?!
Ibnu Rajab mengatakan, ”Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan.”[11] Sampai-sampai Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pun yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang banyak melakukan shalat malam. Ini semua beliau lakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat pengampunan dosa yang Allah berikan. Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya oleh istri tercinta beliau yaitu ’Aisyah radhiyallahu ’anha mengenai shalat malam yang banyak beliau lakukan, beliau pun mengatakan,
أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا
”Tidakkah aku senang menjadi hamba yang bersyukur?”[12]
Begitu pula di antara bentuk syukur karena banyaknya ampunan di bulan Ramadhan, di penghujung Ramadhan (di hari Idul fithri), kita dianjurkan untuk banyak berdzikir dengan mengangungkan Allah melalu bacaan takbir ”Allahu Akbar”. Ini juga di antara bentuk syukur sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185)
Begitu pula para salaf seringkali melakukan puasa di siang hari setelah di waktu malam mereka diberi taufik oleh Allah untuk melaksanakan shalat tahajud.
Ingatlah bahwa rasa syukur haruslah diwujudkan setiap saat dan bukan hanya sekali saja ketika mendapatkan nikmat. Namun setelah mendapatkan satu nikmat, kita butuh pada bentuk syukur yang selanjutnya. Ada ba’it sya’ir yang cukup bagus: ”Jika syukurku pada nikmat Allah adalah suatu nikmat, maka untuk nikmat tersebut diharuskan untuk bersyukur dengan nikmat yang semisalnya”.
Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, ”Setiap nikmat Allah berupa nikmat agama maupun nikmat dunia pada seorang hamba, semua itu patutlah disyukuri. Kemudian taufik untuk bersyukur tersebut juga adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan bentuk syukur yang kedua. Kemudian taufik dari bentuk syukur yang kedua adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan syukur lainnya. Jadi, rasa syukur akan ada terus sehingga seorang hamba merasa tidak mampu untuk mensyukuri setiap nikmat. Ingatlah, syukur yang sebenarnya adalah apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya tidak mampu untuk bersyukur (secara sempurna).”[13]
Manfaat kelima: Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan musiman saja[14]
Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah Ramadhan itu berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan.
Sebagian manusia begitu bergembira dengan berakhirnya bulan Ramadhan karena mereka merasa berat ketika berpuasa dan merasa bosan ketika menjalaninya. Siapa yang memiliki perasaan semacam ini, maka dia terlihat tidak akan bersegera melaksanakan puasa lagi setelah Ramadhan karena kepenatan yang ia alami. Jadi, apabila seseorang segera melaksanakan puasa setelah hari ’ied, maka itu merupakan tanda bahwa ia begitu semangat untuk melaksanakan puasa, tidak merasa berat dan tidak ada rasa benci.
Ada sebagian orang yang hanya rajin ibadah dan shalat malam di bulan Ramadhan saja, lantas dikatakan kepada mereka,
بئس القوم لا يعرفون لله حقا إلا في شهر رمضان إن الصالح الذي يتعبد و يجتهد السنة كلها
 “Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun”. 
Ibadah bukan hanya di bulan Ramadhan, Rajab atau Sya’ban saja.
Asy Syibliy pernah ditanya, ”Bulan manakah yang lebih utama, Rajab ataukah Sya’ban?” Beliau pun menjawab, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin.” Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan sepanjang tahun dan bukan hanya di bulan Sya’ban saja. Kami kami juga dapat mengatakan, ”Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Romadhoniyyin.” Maksudnya, beribadahlah secara kontinu (ajeg) sepanjang tahun dan jangan hanya di bulan Ramadhan saja. Semoga Allah memberi taufik.
’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah mengenai amalan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, ”Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,
لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً
”Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (ajeg).”[15]
Amalan seorang mukmin barulah berakhir ketika ajal menjemput. Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematian.” Lalu Al Hasan membaca firman Allah,
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
”Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).[16] 
Ibnu ’Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa ”al yaqin” adalah kematian. Dinamakan demikian karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi. Az Zujaaj mengatakan bahwa makna ayat ini adalah sembahlah Allah selamanya. Ahli tafsir lainnya mengatakan, makna ayat tersebut adalah perintah untuk beribadah kepada Allah selamanya, sepanjang hidup.[17]
Sebagai penutup, perhatikanlah perkataan Ibnu Rajab berikut, ”Barangsiapa melakukan dan menyelesaikan suatu ketaaatan, maka di antara tanda diterimanya amalan tersebut adalah dimudahkan untuk melakukan amalan ketaatan lainnya. Dan di antara tanda tertolaknya suatu amalan adalah melakukan kemaksiatan setelah melakukan amalan ketaatan. Jika seseorang melakukan ketaatan setelah sebelumnya melakukan kejelekan, maka kebaikan ini akan menghapuskan kejelekan tersebut. Yang sangat bagus adalah mengikutkan ketaatan setelah melakukan ketaatan sebelumnya. Sedangkan yang paling jelek adalah melakukan kejelekan setelah sebelumnya melakukan amalan ketaatan. Ingatlah bahwa satu dosa yang dilakukan setelah bertaubat lebih jelek dari 70 dosa yang dilakukan sebelum bertaubat. ... Mintalah pada Allah agar diteguhkan dalam ketaatan hingga kematian menjemput. Dan mintalah perlindungan pada Allah dari hati yang terombang-ambing.”[18]
Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk istiqomah dalam ketaatan hingga maut menjemput. Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan dan memudahkan kita untuk menyempurnakannya dengan melakukan puasa Syawal.

Rahasia 5 Manfaat Puasa Syawal

Posted by : Unknown
Date :Saturday, 17 August 2013
With 0komentar

Rahasia Resep Menu Masakan Sahur Dan Buka Puasa Lengkap

| Monday, 29 July 2013
Read more »
Puasa Resep Masakan
Resep Menu Masakan Sahur Dan Buka Puasa Lengkap - Resep Menu Sehat Untuk Sahur Dan Buka Puasa Lengkap - Resep Menu Sahur dan Buka Puasa - Alhamdulillah hari puasa sudah ditentukan saatnya untuk kita semua umat muslim menjalankan ibadah puasa, dalam menjalankan puasa tak lepas dari sahur dan berbuka puasa karena dua kegiatan tersebut adalah hal yang paling utama dalam menjalankan puasa. biasanya kalau puasa juga selalu identik dengan makanan yang enak dan sehat saat sahur dan berbuka puasa. nah berikut ini saya akan share daftar menu resep masakan untuk sahur dan buka puasa yang pastinya enak dan sehat dan resep ini juga tergolong resep buka puasa sederhana yang sangat mudah untuk dipraktekan langsung saja simak cara membuat aneka resep hidangan berbuka puasa

Resep Menu Masakan Sahur Dan Buka Puasa Lengkap

Resep Sahur dan Buka Di Bulan Ramadhan

Resep masakan buka puasa dan sahur - untuk menu resep ramadhan kali ini saya bagi menjadi dua yaitu resep menu masakan sederhana buka puasa dan resep menu masakan sederhana sahur jadi untuk semua pembaca blog ini bisa membuat masakan yang beda beda saat sahur dan puasa. langsung saja yang pertama saya share resep masakan sahur

Resep Menu Masakan Sahur Dan Buka Puasa Lengkap

Nama masakan dari resep menu masakan sahur ini adalah Daging Sapi Cabai Hijau berikut ini adalah bahan bahan yang dibutuhkan dan cara membuat Daging Sapi Cabai Hijau
Menu Sehat Sahur dan Berbuka Puasa
Bahan Masakan:
  • 300 gr Daging sapi has/lulur, iris tipis tipis
  • 2 buah Cabai hijau, iris tipis tipis
  • 50 gr Bawang bombay, iris tipis tipis
  • 1 buah Bawang merah, iris tipis
  • 1 buah Daun bawang, iris tipis tipis
  • 2 Sdm Tepung terigu.
Bumbu untuk masak daging sapi cabai:
  • 1 siung Bawang putih, memarkan
  • 1 sdm Kecap jamur
  • ½ sdm Kecap asin
  • 1 sdm Kecap ikan
  • 1 sdm Saus Tomat
  • ½ sdt Gula pasir
  • Garam dan lada secukupnya
Pelengkap:
  • Larutkan tepung sagu menjadi ½ gelas yaitu tepung sagu ½ sdm + air ½ gelas
  • 2 helai Daun ketumbar,kemudian bersihkan
Cara membuat daging sapi cabe hijau:
  1. Taburkan garam dan lada pada irisan daging sapi, kemudian taburi tepung terigu. rebus sebentar, lalu tiriskan.
  2. Sisa bahan ditumis berbarengan bumbu, Lalu aduk sebentar. Kemudian Tang larutan sagu.
  3. Hidangkan berbarengan bumbu daun ketumbar.

Resep Menu Masakan Sahur Dan Buka Puasa Lengkap

Nama masakan dari resep menu masakan berbuka puasa ini adalah sop buah segar berikut ini adalah bahan bahan yang dibutuhkan dan cara membuat sop buah segar


Resep Sahur dan Buka Di Bulan Ramadhan

Bahan membuat es sop buah segar:
  • 1/4 buah melon ( kerok bulat )
  • 1/4 bagian blewah
  • 1 buah apel segar
  • 5 butir anggur
  • 4 buah strawberry
  • 1 buah fruit dragon
  • 1 buah kelapa muda
  • Sirup coco pandan
  • susu kental manis putih
  • Es Serut Secukupnya
Cara membuat sop buah Segar :
  1. Bersihkan seluruh buah dengan air es ( supaya terus fresh ) 
  2. kemudian potong potong bagian buah sesuai selera. kita bisa pakai pengeruk buah.supaya hasilnya tampak lebih menarik
  3. siapkan gelas saji, masukan buah kedalam gelas dengan takaran gabungan buah sesuai selera lantas tuang es kelapa muda. imbuhkan es serut lantas tuang sirup serta susu 
Nah itu tadi  Resep Menu Masakan Sahur Dan Buka Puasa yang sudah saya rangkum dari beberapa sumber semoga Resep Masakan Sahur Dan Buka Puasa kali ini bermanfaat untuk anda semua pembaca blog ini jangan lupa baca juga Jadwal Puasa Ramadhan dan Imsakiyah 1434 H Terbaru 2013 agar tidak telat untuk bangun saat sahur dan bisa memasak dengan resep masakan sahur sehat dan enak - Resep Menu Masakan Sahur Dan Buka Puasa Lengkap

Rahasia Resep Menu Masakan Sahur Dan Buka Puasa Lengkap

Posted by : Unknown
Date :Monday, 29 July 2013
With 0komentar

Rahasia 7 Manfaat Puasa Ramadhan Untuk Kesehatan

| Wednesday, 17 July 2013
Read more »

Tujuh manfaat Puasa Ramadhan Untuk Kesehatan :
1. Kurma
Selain memenuhi anjuran agama, memakan tiga butir kurma pada saat berbuka puasa juga bagus bagi kesehatan. Sebutir kurma mengandung 31 gram karbohidrat — jadi inilah salah satu makanan yang paling baik dalam memberi Anda energi.
Kurma juga memberikan banyak serat yang dibutuhkan tubuh, yang akan membantu pencernaan selama Ramadan. Dengan tambahan kandungan kalium, magnesium dan vitamin B, jelas kurma adalah salah satu buah paling sehat dan cocok untuk Ramadan.
2. Meningkatkan kinerja otak
Tidak diragukan lagi, puasa akan berpengaruh positif terhadap mental dan spiritual Anda. Tetapi tahukah Anda, kekuatan kinerja otak juga meningkat saat Ramadan? Bahkan lebih besar dari yang Anda kira. 
Para ilmuwan di Amerika Serikat membuktikan. fokus mental yang diperoleh selama Ramadan meningkatkan level faktor neurotropik otak, yang membuat tubuh memproduksi lebih banyak sel otak, sehingga meningkatkan fungsinya. 
Demikian pula, pengurangan jumlah hormon kortisol, yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, menunjukkan bahwa tingkat stres banyak berkurang selama dan setelah Ramadan.
3. Menjauhkan kebiasan buruk 
Karena Anda akan puasa setiap hari, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Rokok dan makanan yang mengandung gula seharusnya tidak dikonsumsi selama puasa. 
Dan akibatnya, tubuh akan menyesuaikan diri secara bertahap, sehingga kecanduan Anda pada rokok dan makanan tersebut hilang. Juga akan lebih mudah menjauhi kebiasaan buruk jika Anda melakukannya bersama-sama.
Besarnya pengaruh puasa dalam menghilangkan kebiasaan buruk membuat National Health Service di Inggris merekomendasikan Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk menghilangkan kebiasaan merokok. 
4. Kolesterol menurun
Kita semua tahu, turunnya berat badan adalah salah satu pengaruh yang mungkin muncul saat puasa Ramadan, tapi ada juga perubahan yang sehat di samping itu. Sebuah tim ahli jantung di Uni Emirat Arab membuktikan, orang yang menjalani puasa Ramadan mengalami penurunan jumlah lemak, yang berarti ada penurunan kolesterol dalam darah. 
Kolesterol yang rendah meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi risiko serangan jantung, penyakit jantung, atau stroke. Selain itu, jika Anda menjalani diet sehat setelah Ramadan, kolesterol yang sudah menurun tersebut akan tetap bisa dipertahankan.
5. Menurunkan nafsu makan
Salah satu masalah utama diet ketat adalah berat badan yang sudah turun sering cepat kembali lagi. Hal itu tidak berlaku dengan Ramadan. Penurunan konsumsi makanan dengan berpuasa membuat perut Anda menyusut secara bertahap, yang berarti Anda hanya akan membutuhkan sedikit makanan agar merasa kenyang. Jika Anda ingin menjalani kebiasaan makan yang sehat maka Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengawalinya.
6. Mengeluarkan racun
Tidak hanya bersih-bersih secara spiritual, Ramadan juga memiliki peran yang luar biasa dalam bersih-bersih racun di tubuh Anda. Dengan tidak makan atau minum setiap harinya, tubuh Anda akan mendapatkan kesempatan yang jarang terjadi untuk membersihkan sistem pencernaan selama bulan Ramadan. 
Ketika tubuh Anda mulai mengambil cadangan lemak untuk menghasilkan energi, proses itu juga juga akan membakar racun-racun berbahaya yang mungkin terkandung di dalam lemak. Pembersihan tubuh ini akan membuat Anda menjadi sehat, dan menjadi batu loncatan yang tepat untuk menjalani gaya hidup sehat secara konsisten.
7. Menyerap lebih banyak nutrisi
Dengan tidak makan setiap hari selama Ramadan, metabolisme tubuh Anda menjadi lebih efisien, yang berarti jumlah nutrisi yang Anda serap dari makanan semakin meningkat. Hal itu terjadi karena meningkatnya hormon adiponektin, yang diproduksi oleh perpaduan puasa dan makan pada tengah malam. 
Hal itu memungkinkan otot-otot Anda menyerap lebih banyak nutrisi. Proses ini akan memberikan manfaat kesehatan pada seluruh tubuh Anda, karena semua bagian tubuh mampu menyerap lebih baik dan menggunakan nutrisi yang diperlukan tubuh sesuai dengan fungsinya.

Rahasia 7 Manfaat Puasa Ramadhan Untuk Kesehatan

Posted by : Unknown
Date :Wednesday, 17 July 2013
With 0komentar

Rahasia 7 Menu Buka Puasa Unik di Dunia

|
Read more »

Courtesy Flickr.com/BSB
Vemale.com - Entah mengapa momen buka puasa justru lebih istimewa dan dinanti sepanjang bulan Ramadan. Yah, mungkin karena justru di momen ini semua keluarga bisa berkumpul dan berbagi keceriaan Ramadan sebelum berlanjut dengan shalat Tarawih.
Dan ngabuburit tentu menjadi hal yang tak boleh terlewatkan. Bahkan saat ini ngabuburit menjadi lifestyle yang menyatukan beragam orang di sudut kuliner di tepi jalan atau foodcourt dan mal-mal.
Umumnya, ngabuburit diisi dengan berburu jajanan, es, hingga makanan berat yang akan disajikan berbuka puasa. Kalau di Indonesia sih menu-menu semacam es blewah, es cincau, es kelapa muda, bakso, kolak, dan lain sebagainya menjadi andalan beberapa wilayah. Tapi, kira-kira bagaimana ya menu buka puasa di belahan dunia lain?
Kabarnya, ada beberapa menu istimewa nan unik yang kerap diburu dan disajikan sebagai menu utama buka puasa. Dikumpulkan dari berbagai sumber, inilah beberapa menu tersebut:
Pakora
Courtesy Flickr.com/PankajuneCourtesy Flickr.com/Pankajune
 
Makanan ini adalah makanan khas India yang memiliki struktur sangat memikat dan sederhana. Bentuknya mirip seperti jamur crispy di Indonesia. Namun makanan ini biasa disajikan sebagai menu pembuka atau makanan ringan saja. Lebih sering hadir di bulan Ramadan, bahan Pakora ini tidak susah didapatkan. Makanan ini terbuat dari tepung, rempah-rempah dan potongan sayuran sebagai adonan.
Fesenjan
Courtesy Flickr.com/JasonPerlowCourtesy Flickr.com/JasonPerlow

Fesenjan atau Fesenjoon adalah makanan khas dari Iran yang juga disajikan sebagai menu berbuka puasa. Fasenjoon menggunakan bahan dasar unggas-unggasan, seperti bebek, ayam, dan burung dara. Dimasak dengan paduan sirup delima dan kenari sebagai bahan campuran, Fasenjoon biasa disajikan dengan nasi yang masih hangat. Uniknya, makanan ini mirip dengan gudeg, yang apabila disimpan lama, rasanya semakin enak.
Ful Medames
Courtesy Flickr.com/AlexCurpasCourtesy Flickr.com/AlexCurpas
 
Makanan khas Mesir ini merupakan makanan warisan turun temurun sejak jaman Firaun. Makanan ini cukup kaya akan bahan dan pembuatannya sangat mudah. Pun demikian Anda harus bersabar karena dalam proses pembuatannya Anda harus merendam dan mendidihkannya terlebih dahulu sebelum dimakan.
Harira
Courtesy Flickr.com/JoeyArmstrongCourtesy Flickr.com/JoeyArmstrong
 
Adalah makanan khas penduduk Maghribi di Afrika Utara. Variasi makanan ini cukup banyak, namun Harira dikenal sebagai sup khas dengan daging domba sebagai bahan utamanya. Harira boleh disajikan dengan dicampur sayuran atau mie. Dilengkapi dengan bumbu rempah herbal yang kabarnya sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Lahm Lhalou
Courtesy Flickr.com/CliffclvrCourtesy Flickr.com/Cliffclvr
 
Apabila Anda bukan pecinta makanan asin, maka mungkin Anda akan menyukai menu makanan ini. Lahm Lhalou adalah masakan khas Arab yang konsepnya berawal dari daging manis. Dianjurkan saat memasak makanan ini tidak perlu menambahkan garam. Makanan ini dimasak hanya dengan campuran jahe, jeruk, almond, dan kismis.
Ayam Percik
Courtesy Flickr.com/ValisaCourtesy Flickr.com/Valisa
 
Dikutip dari negara tetangga, ayam percik adalah menu yang cukup beken di negri Jiran, Malaysia. Mayoritas muslim menyajikan menu ayam percik ini seperti layaknya ayam opor di Indonesia. Dengan menggunakan bahan rempah-rempah dan santan kelapa, menu yang satu ini bisa mengobati kerinduan akan masakan opor ayam saat menghabiskan puasa di Malaysia. Namun sedikit berbeda, ayam percik biasanya juga disajikan dalam bentuk ayam bakar.
Mansaf
Courtesy Flickr.com/Ahmadindubai
 
Dari Yordania, Mansaf dikenal sebagai menu nasional di sana. Mansaf sebenarnya tidak hadir hanya di bulan Ramadan saja, namun ia juga hadir pada hari-hari besar lain yang diperingati di Yordania. Merupakan rangkaian dari daging domba yang dimasak dengan aneka rempah-rempah khas Yordania, menu ini menjadi salah satu menu kebanggaan di sana.
Wah, ternyata beragam juga ya menu makanan berbuka puasa dari penjuru dunia.

Rahasia 7 Menu Buka Puasa Unik di Dunia

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

Rahasia Apakah Dosa Ketika Ramadhan Dilipat-gandakan?

| Monday, 15 July 2013
Read more »


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Terdapat hadis dari Ummi Hani’ radhiyallahu ‘anha, yang diriwayat At-Thabrani dan lainnya,

فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ

“Takutlah kalian terhadap bulan ramadhan. Karena pada bulan ini, kebaikan dilipatkan sebagaimana dosa juga dilipat-gandakan.” [HR. At-Thabrani dalam Al-Ausath 4983 dan As-Shaghir 698, dan kata Al-Haitsmi dalam Majma’ Az-Zawaid (3/190), ‘Dalam sanadnya terdapat perawi bernama Isa bin Sulaiman, dia dinilai lemah oleh Ibn Ma’in. Dia bukan orang yang sengaja berdusta, akan tetapi dia lemah hafalannya].

Kesimpulannya, hadis ini adalah hadis yang lemah, sebagaimana keterangan Ibnu Muflih dalam Adab As-Syar’iyah (3/430).

Hanya saja, para ulama menegaskan bahwa dosa yang dilakukan pada waktu mulia atau di tempat mulia, derajatnya lebih besar dibandingkan dosa yang dilakukan di tempat atau waktu biasa.

Ibnu Muflih dalam karyanya Adab As-Syar’iyah, beliau membuat satu judul bab,

فصل زيادة الوزر كزيادة الأجر في الأزمنة والأمكنة المعظمة

“Bab: pelipatan dosa sebanding dengan pelipatan pahala, pada tempat dan waktu yang diagungkan.” (Adab As-Syar’iyah, 3/430).

Kemudian beliau menyebutkan keterangan gurunya,

قَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ : الْمَعَاصِي فِي الْأَيَّامِ الْمُعَظَّمَةِ وَالْأَمْكِنَةِ الْمُعَظَّمَةِ تُغَلَّظُ مَعْصِيَتُهَا وَعِقَابُهَا بِقَدْرِ فَضِيلَةِ الزَّمَانِ وَالْمَكَانِ انْتَهَى كَلَامُهُ وَهُوَ مَعْنَى كَلَامِ ابْنِ الْجَوْزِيِّ وَغَيْرِهِ

Syaikh Taqiyuddin mengatakan, ‘Perbuatan maksiat yang dilakukan di hari-hari istimewa atau tempat istimewa. Nilai kemaksiatannya dan hukumannya, semakin marah setingkat dengan nilai keistimewaan waktu dan tempat tersebut.’ Demikian keterangan beliau, dan itu semakna dengan keterangan Ibnul Jauzi dan ulama lainnya.

Selanjutnya Ibnu Muflih menyebutkan hadis di atas, dan beliau menyatakan statusnya dhaif. (Adab As-Syar’iyah, 3/430)

Keterangan yang sama juga pernah disampaikan oleh Imam Ibnu Baz. Dalam majmu’ Fatawa beliau ditanya, apakah dosa ketika ramadhan juga dilipat gandakan sebagaimana pahala?

Jawab beliau,

فاذا كان الشهر فاضلا والمكان فاضلا ضوعفت فيه الحسنات ، وعظم فيه إثم السيئات ، فسيئة في رمضان أعظم إثما من السيئة في غيره ، كما أن طاعة في رمضان أكثر ثوابا عند الله من طاعة في غيره ، ولما كان رمضان بتلك المنزلة العظيمة كان للطاعة فيه فضل عظيم ومضاعفة كثيرة وكان إثم المعاصي فيه أشد وأكبر من إثمها في غيره

Apabila datang satu bulan yang mulia atau tempat mulia maka pahala kebaikan dilipatkan, dan dosa maksiat nilainya besar. Karena itu, perbuatan maksiat di bulan ramadhan, dosanya lebih besar dari pada perbuatan maksiat di luar ramadhan. Sebagaimana ketaatan di bulan ramadhan, pahalanya lebih banyak di sisi Allah, dari pada ketaatan di luar ramadhan. Mengingat ramadhan memiliki kedudukan yang sangat agung, maka ketaatan di dalamnya memiliki keutamaan yang besar dan dilipatkan sampai banyak sekali. Sebaliknya, dosa maksiat ketika itu, lebih besar dibandingkan dosa maksiat di luar bulan itu. (Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 14/440).

Karena itu, berhati-hatilah dengan bulan ramadhan. Kita minta petunjuk kepada Allah, semoga diringankan untuk meninggalkan maksiat. Amiin

Rahasia Apakah Dosa Ketika Ramadhan Dilipat-gandakan?

Posted by : Unknown
Date :Monday, 15 July 2013
With 0komentar

Rahasia 30 Manfaat Shalat Sunnah Tarawih Di Bulan Ramadhan

|
Read more »

Memang bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh
umat muslim di seluruh dunia, kenapa?
Karena pada bulan ini penuh dengan lapak untuk
beribadah dan banyak stok pahala bagi yang benar-benar niat beribadah kepada Allah SWT.

Ada hadits Nabi mengatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Tidur saja sudah ibadah apalagi kalau kita melaksanakan ibadah pasti pahalanya berlipat-lipat dari yang biasanya.

Di bulan ramadhan ini selain kita melaksanakan
puasa, kita juga melaksanakan shalat sunnah
tarawih yang dilaksanakan setelah shalat isya. Nah ternyata, tidak hanya puasa saja yang memiliki manfaat, shalat sunnah terawih pun mempunyai manfaat atau faedah.
So, terawih akan terasa lebih semangat dan tidak
bolong satu malam pun. 30 Manfaat shalat sunnah Terawih:

1. Barang Siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam pertama (1 Ramadhan), Allah SWT akan mengampuni dosanya seperti bayi baru dilahirkan ibunya.

2. Barang siapa yang melaksanakan sholat Tarawih pada malam ke 2, Allah SWT Akan mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.

3. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 3, Malaikat akan memanggil dari bawah Arsy dan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya terdahulu.

4. Barang siapa yang melaksanakan sholat Tarawih pada malam ke 4 , maka pahalanya seperti pahala orang yang membaca kitab Taurat, kitab Jabur, kitab Injil, dan Kitab suci Alqur'an.


5. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 5, Allah SWT akan memberikan pahala seperti orang yang sholat di Masjidil Haram dan Masjidil Aqso.

6. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 6 , Allah SWT akan memberikan pahala seperti orang yang Thowaf di Baitul Ma'murdan.

7. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 7, Allah SWT akan memberikan pertolongan seperti pertolongan Allah SWT kepada Nabi Musa AS dari Fir'aun dan Hamman.

8. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 8, Allah SWT akan memberikan pahala seperti pahala yang telah Allah SWT berikan kepada nabi Ibrahim AS.

9. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 9, Allah SWT akan memberikan pahala seperti pahala ibadahnya Nabi Muhammad SAW.

10. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 10, Allah SWT akan memberikan rizki kebaikan dunia akhirat.

11. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 11, maka ketika ia keluar dari dunia seperti baru dilahirkan dari perut ibunya.

12. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 12, maka ia datang pada hari kiamat dengan wajahnya seperti bulan purnama.

13. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 13, maka ia akan datang pada hari kiamat diselamatkan dari setiap kejelekan.

14. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 14, malaikat akan datang dan mereka bersaksi bahwa dia shalat Tarawih. Maka Allah SWT tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.

15. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 15, malaikat Rahmat, Arsy, dan Kursy akan membaca shalawat kepadanya.

16. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 16, Allah SWT akan menulisnya bebas dari neraka dan masuk ke dalam surga.

17. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 17. Allah SWT akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para nabi.

18. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 18, Malaikat akan memanggilnya:"Wahai Hamba Allah SWT, sesungguhnya Allah SWT Ridho pada engkau.

19. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 19, Allah SWT akan mengangkat derajatnya dalam surga firdaus.

20. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 20, Allah SWT akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para sahabat.

21. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 21, Allah SWT akan membangun Rumah untuknya disurga yang terbuat dari cahaya.

22. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 22, ia akan datang pada
hari kiamat dan diselamatkan dari berbagai
kesusahan.

23. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 23, Allah SWT akan
membangun sebuah kota disurga untuknya.

24. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 24, Allah SWT akan
mengabulkan dari 24 Doanya.

25. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 25, Allah SWT akan
mengangkat baginya dari siksa kubur.

26. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 26, Allah SWT akan
mengangkat pahalanya selama 40 tahun.

27. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 27, ia akan berjalan di
jembatan Shirathul Mustaqim bagai kilat yang
menyambar.

28. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 28, Allah SWT akan
mengangkatnya 1000 (Seribu) derajat didalam surga.

29. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 29, Allah SWT akan
mengabulkan 1000 (Seribu) Hajatnya.

30. Barang siapa yang melaksanakan shalat
Tarawih pada malam ke 30, Allah SWT berfirman,"Wahai Hambaku, makanlah dari buah-buahan surga dan mandilah di sungai Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar" kemudian Allah SWT berfirman:"Aku tuhanmu dan engkau hamba-Ku.


semoga apa yang ada di atas dapat bermanfaat dan dapat menambah semangat kita untuk melaksanakan solat sunnah terawih di bulan ramadhan.
← Prev
▲Top▲