Rahasia Asal Usul Huruf Jawa (ha, Na, Ca, Ra, Ka)

| Tuesday, 26 February 2013

Asal Usul Lahirnya Huruf Jawa (ha, Na, Ca, Ra, Ka)

Huruf Jawa atau aksara jawa adalah salah satupeninggalan bersejarah dari nenek moyang kita yang wajib kita jaga danpelajari, sebagai salah satu situs peninggalan sejarah huruf jawa jugamempunyai sejarah dilahirkannya huruf jawa di bawah ini adalah sejarah dan artihuruf aksara jawa yang dikisahkan oleh ajisaka silahkan baca :


Dikisahkan ada seorang pemuda tampan yangsakti mandraguna, yaitu Ajisaka. Ajisaka tinggal di pulau Majethi bersama duaorang punggawa (abdi) setianya yaitu Dora dan Sembada. Kedua abdi ini sama-samasetia dan sakti. Satu saat Ajisaka ingin pergi meninggalkan pulau Majethi. Diamenunjuk Dora untuk menemaninya mengembara. Sedangkan Sembada, disuruh tetaptinggal di pulau Majethi. Ajisaka menitipkan pusaka andalannya untuk dijagaoleh Sembada. Dia berpesan supaya jangan menyerahkan pusaka itu kepada siapapun, kecuali pada Ajisaka sendiri.


Lain kisah, di pulau Jawa ada sebuah kerajaanyang sangat makmur sejahtera yaitu kerajaan Medhangkamulan. Rakyatnya hidupsejahtera. Kerajaan Medhangkamulan dipimpin oleh seorang raja arif bijaksanabernama Dewatacengkar. Prabu Dewatacengkar sangat cinta terhadap rakyatnya.


Sejarah Singkat Lahirnya Huruf Jawa (ha, Na, Ca, Ra, Ka) [ www.Up2Det.com ]


Pada suatu hari ki juru masak kerajaanMedhangkamulan yang bertugas membuat makanan untuk prabu Dewatacengkarmengalami kecelakaan saat memasak. Salah satu jarinya terkena pisau hinggaputus dan masuk ke dalam masakannya tanpa dia ketahui. Disantaplah makanan ituoleh Dewatacengkar. Dia merasakan rasa yang enak pada masakan itu. Dia bertanyadaging apakah itu. Ki juru masak baru sadar bahwa dagingnya disantapDewatacengkar dan menjawab bahwa itu adalah daging manusia. Dewatacengkarketagihan dan berpesan supaya memasakkan hidangan daging manusia setiap hari.Dia meminta sang patih kerajaan supaya mengorbankan rakyatnya setiap hari untukdimakan.


Oleh karena terus menerus makan dagingmanusia, sifat Dewatacengkar berubah 180 derajat. Dia berubah menjadi raja yangkejam lagi bengis. Daging yang disantapnya sekarang adalah daging rakyatnya.Rakyatnya pun sekarang hidup dalam ketakutan. Tak satupun rakyat beranimelawannya, begitu juga sang patih kerajaan.


Saat itu juga Ajisaka dan Dora tiba dikerajaan Medhangkamulan. Mereka heran dengan keadaan yang sepi dan menyeramkan.Dari seorang rakyat, beliau mendapat cerita kalau raja Medhangkamulan gemarmakan daging manusia. Ajisaka menyusun siasat. Dia menemui sang patih untukdiserahkan kepada Dewatacengkar agar dijadikan santapan. Awalnya sang patihtidak setuju dan kasihan. Tetapi Ajisaka bersikeras dan akhirnya diizinkan.


Dewatacengkar keheranan karena ada seorangpemuda tampan dan bersih ingin menyerahkan diri. Ajisaka mengatakan bahwa diamau dijadikan santapan asalkan dia diberikan tanah seluas ikat kepalanya danyang mengukur tanah itu harus Dewatacengkar. Sang prabu menyetujuinya. Kemudianmulailah Dewatacengkar mengukur tanah. Saat digunakan untuk mengukur, tiba-tibaikat kepala Dewatacengkar meluas tak terhingga. Kain itu berubah menjadi kerasdan tebal seperti lempengan besi dan terus meluas sehingga mendorongDewatacengkar. Dewatacengkar terus terdorong hingga jurang pantai laut selatan.Dia terlempar ke laut dan seketika berubah menjadi seekor buaya putih. Ajisakakemudian dinobatkan menjadi raja Medhangkamulan.


Setelah penobatan, Ajisaka mengutus Dora pergike pulau Majethi untuk mengambil pusaka andalannya. Kemudian pergilah Dora kepulau Majethi. Sesampai di pulau Majethi, Dora menemui Sembada untuk mengambilpusaka. Sembada teringat akan pesan Ajisaka saat meninggalkan pulau Majethiuntuk tidak menyerahkan pusaka tersebut kepada siapa pun kecuali kepadaAjisaka. Dora yang juga berpegang teguh pada perintah Ajisaka untuk mengambilpusaka memaksa supaya pusaka itu diserahkan. Kedua abdi setia tersebut beradumulut bersikukuh pada pendapatnya masing-masing. Dan akhirnya mereka berduabertempur. Pada awalnya mereka berdua hati-hati dalam menyerang karenabertarung melawan temannya sendiri. Tetapi pada akhirnya benar-benar terjadipertumpahan darah. Sampai pada titik akhir yaitu kedua abdi tersebut tewasdalam pertarungan karena sama-sama sakti.


Berita tewasnya Dora dan Sembada terdengarsampai Ajisaka. Dia sangat menyesal atas kesalahannya yang membuat duapunggawanya meninggal dalam pertarungan. Dia mengenang kisah kedua punggawanyalewat deret aksara. Berikut tulisan dan arti dari cerita itu :


Ha Na Ca Ra Ka = ono wong loro ( ada dua orang)


Da Ta Sa Wa La = podho kerengan ( merekaberdua berantem / berkelahi )


Pa Dha Ja Ya Nya = podho joyone ( sama-samakuatnya )


Ma Ga Ba Tha Nga = mergo dadi bathang lorone (maka dari itu jadilah bangkai semuanya / mati dua-duanya karena sama kuatnya)


Itulah sekelumit cerita sejarah dari lahirnyahuruf jawa / aksara jawa Ha Na Ca Ra Ka. Semoga inti dari cerita itu bisamemaknai kehidupan kita semua.

2 komentar:

Post a Comment

Next Prev
▲Top▲